Memperingati Hari Pahlawan

Selasa, 13 November 2012 02:14:07 - oleh : admin
Rating: 4.4/10 (14 votes cast)
Share |

10 November 2012 segenap guru, murid dan staf TU SMPN 1 Bangil memperingati Hari Pahlawan, dengan melaksanakan Upacara. Upacara Hari Pahlawan, dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Hisyam, S.Pd, M.Pd.


Pesan yang disampaikan Kepala Sekolah di Hari Pahlawan kali ini adalah agar semua Siswa siap berkorban untuk memperoleh hasil yang maksimal baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Hal tersebut tentunya, akan mampu membawa nama baik sekolah dari tingkat Kabupaten, Propinsi sampe ke tingkat Nasional. 


SMPN 1 Bangil upacara hari pahlawan


Setelah Upacara Hari Pahlawan, Bapak Hisyam selaku Kepala Sekolah memberikan apreisiasi dan penghargaan kepada siswa siswi yang berhasil menjadi Pahlawan Sekolah dengan mengharumkan nama SMPN 1 Bangil.


Setelah Upacara dipertunjukkan Drama Teatrikal peristiwa 10 November 1945, berikut beberapa adegan yang berhasil diabadikan oleh tim dokumentasi.


 


SMPN 1 Bangil


 


18 September 1945, dua orang Belanda Ploegman dan Spit. Tanpa alasan mengibarkan Bendera Si Tiga Warna di atas Hotel Yamato.  Dua orang belanda itu tentunya menyadari bahwa perbuatan mereka merupakan tantangan terhadap rakyat Indonesia.


SMPN 1 Bangi


 



Banteng Indonesia melihat secarik kain merah, mereka berkumpul di depan Hotel Yamato, hasrat untuk menyerang tidak tertahan. Sepasukan Kanpetai Jepang datang dengan sangkur terhunus, rakyat tidak menghiraukan, batu - batupun segera melayang.


Beberapa orang pemuda masuk ke dalam ruangan hotel dan berhasil memanjat atap hotel. Ada yang jatuh terpelanting karena pukulan seorang Belanda.


Beberapa saat kemudian tangga - tangga secara ajaib sudah ada berada di atap hotel memudahkan para pejuang untuk naik dan mengambil bendera 3 warna dan menyobek kain warna biru hingga tinggal warna Merah Putih.


 


SMPN 1 Bangil


 


30 Oktober 1945, ketika matahari sudah di ufuk barat, terjadi petermpuran tiba - tba di Gedung Intenatio, disekitaran Jembatan Merah. Tanpa ada yang tahu siapa yang memulainya. Pertempuran itu menghanguskan sebuah mobil dan penumpangnya. 


Penumpang di dalam mobil itu tidak lain adalah  Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby tewas, dengan tidak seorangpun mengetahui siapa yang membunuhnya, atau granat siapa yang menyebabkan kematianya. Peristiwa itu dinamakan The New Turn to the situation in Java ( suatu kejadian yang akan membawa perubahan di pulau Java )


SMPN 1 Bangil



Pagi pukul 09.00, 10 November 1945 Bung Tomo, menuju pemancar Radio Pemberontakan, di Jalan Mawar untuk memberikan komando kepada barisan rakyat, untuk mulai memberikan perlawanan terhadap tantangan tentara Inggris.


Semboyan Bung Tomo waktu itu " Selama banteng - banteng Indonesia masih berdarah merah, yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah putih, maka selama itu tidak akan mau untuk menyerah kepada siapaun juga.


SMPN 1 Bangil


 



Para Angkatan Perang Indonesia dan polisi menunjukkan perlawanan yang sulit dicari bandingnya. Pada tanggal 10 November itulah rakyat melupakan segala galanya, kecuali Republik Indonesia harus tetap merdeka.



 


 

kirim ke teman | versi cetak




Share |

 Berita "Berita Terbaru" Lainnya

Logo