Peringatan Hari Guru di SMPN 1 Bangil

Selasa, 27 November 2012 05:25:29 - oleh : admin
Rating: 5.9/10 (15 votes cast)
Share |


Memperingati hari Guru, SMPN 1 Bangil menyelenggarakan Upacara Bendera. Upacara khusus menyambut hari Guru ini, berbeda dengan biasanya. Dimana seperti umumnya upacara di Sekolah, siswalah yang menjadi petugas upacara. Dalam kesempatan kali ini, Senin 26 November 2012, Gurulah yang menjadi petugas upacara yang  dipimpin oleh Bapak Sukarianto dengan diikuti oleh seluruh Siswa, Staf TU dan Mahasiswa PPL.


 


smpn 1 bangil 


Pembina upacara menyambut ulang tahun PGRI, yaitu Bu Karti Tuhu Utami. Dalam pesan yang disampaiakan, beliau bercerita tentang pentingnya peran guru, dalam membangung bangsa. Mencontohkan kejadian di Jepang dalam peristiwa Hiroshima dan Nagasaki. Dimana Jepang hancur lebur, banyak penduduknya mati. Sang Kaisar tidak bertanya, berapa jumlah tentara, menteri, Jendral, Sang Kaisar Jepang bertanya berapa jumlah Guru yang dipunyai olah Jepang saat itu. Menggambarkan betapa pentingnya peran Guru dalam membangkitkan semangat juang suatu bangsa yang telah hancur lebur akibat perang.              


smpn 1 bangil



Guru dalam hakekatnya sebagi contoh, perilakukanya ditiru oleh siswa. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodho. Di depan memberi contoh, dalam kesempatan kali ini, Guru juga memberi contoh dengan menjadi petugas upacara. Guru tidak sekedar menyuruh tapi juga menjadi contoh, tentu saja menjadi contoh yang baik, bahkan sebaik baik contoh.


 


smpn 1 bangil



Pembina upacara juga mengkiaskan sebuah sekolah sebagai sebuah kereta, dimana Masinisnya adalah Kepala Sekolah. Gerbong - gerbong yang dibawa adalah seluruh kelas yang ada di sekolah, dari kelas 7A sampai 9I. Dimana dalam gerbong kereta yang dipenuhi penumpang, ibarat siswa. Siswa yang baik adalah siswa yang terus belajar untuk mencapai apa yang dicita - citakan. Kereta Pendidikan ini memiliki tujuan untuk menghantarkan para siswa mencapai cita - citanya. 


 


smpn 1 bangil



Untuk mencapai cita - cita, belajarlah dari Guru yang kaya ilmu, bertanyalah kepada Guru dan kuraslah kekayaan ilmu mereka. Semakin dikuras, ilmu akan semakin melimpah, tidak akan pernah habis. Seperti sumber mata air pegunungan, terus mengalir untuk menghilangkan dahaga. Sumber ilmu pengetahuan menghilangkan kebodohan dan membawa pencerahan.


 


smpn 1 bangil



Begitulah yang disampaikan Pembina Upacara. Berdebatlah dan berbeda pendapat dengan Guru. Guru harus mempunyai sifat, Nglurug tanpo bolo artinya "berani menghadapi perbedaan pendapat dengan siswa, permasalahan apapun yang sedang dihadapi siswa bisa dicarikan solusi tanpa mengharapkan bala bantuan dari orang lain" Semua disandarkan pada kemampuan diri sendiri. 


 


smpn 1 bangil



Disamping itu Guru juga mampu Menang tanpo ngasorake, Menang dalam menghadapi siswa tanpa membuat siswa merasa tersinggung, sakit hati dan malu. Itulah menang yang sebenarnya menang, Menang tanpa menghinakan, menempuh kemenangan dengan cara yang elegan. Menang dengan berjiwa besar, menjadikan si kalah tetap bisa menegakkan kepalanya, tanpa harus diselimuti nista dan hinadina.


 


smpn 1 bangil


Semoga di Hari Guru ini, makin membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Guru sebagai ujung tombak pendidikan mampu mencetak generasi penerus bangsa. Generasi penerus yang membawa kemajuan bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali.

kirim ke teman | versi cetak




Share |

 Berita "Humas" Lainnya

Logo