Outdoor Activity Bali 2014

Selasa, 27 Januari 2015 19:58:52 - oleh : admin
Rating: 5.3/10 (9 votes cast)
Share |

Sore hari Stadion Pogar Bangil hujan rintik - rintik, beberapa siswa SMP N 1 Bangil sudah berada di sekitaran tribun bukan untuk menonton pertandingan sepak bola U-40 yang kebetulan waktu itu sedang digelar. Mereka berkumpul untuk melaksanakan Outdoor Activity dengan tujuan ke Bali. Beberapa saat sekitar jam 15.30 WIB beberapa bis yang siap mengantar ke Bali telah datang. Dengan menggunakan 6 Bis siswa bersama guru berdoa bersama agar selamat sampai ke tujuan dan pulang kembali dengan selamat.



Melewati tengah malam perjalanan telah sampai di Banyuwangi dan menyeberang ke Gilimanuk. Di daerah Tuban Bis berhenti sesaat untuk memberi kesempata peserta Outdoor Activity untuk menjalan sholat Shubuh. Di Desa Budaya tidak jauh dari Denpasar siswa diberi kesempatan untuk mandi membersihkan badan dan sarapan pagi. Jam 09.00 Wib perjalanan dilanjutkan menuju Tanjung Benoa. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan siswa ada yang bermain sepak bola pantai, voli pantai, dan ada juga beberapa siswa didampingi guru menyebrang dengan kapal yang disediakan menuju ke pulau untuk melihat penangkaran penyu dan aneka satwa.



Dreamland sekitar 1 jam dari Tanjung Benoa sudah disembut ombak yang besar. Bendera merah di pasang di badan pantai sebagai pertanda batas akhir pengunjung untuk menikmati pantai. Sebenarnya pantai Dremaland lebih indah bila dinikmati dari atas bukit. Apalagi dengan ombak yang cukup besar naik ke atas bukit menjadi pilihan yang baik untuk mendapatkan spot yang baik dalam mengambil gambar. Diatas bukit juga telah dibangun beberapa restoran makan dan beberapa penginapan.


SMPN1BANGIL


Hari pertama diakhiri dengan berkunjung ke Uluwatu. Sekitar jam 6 sore Uluwatu makin padat dipadati pengunjung. Sebelum masuk pengunjung wajib mengenakan ikat pinggang berwarna kuning dan yang memakai celana pendek wajib mengenakan sarung berwarna ungu. Hal itu diperlakukan dengan alasan bahwa uluwatu ini adalah sebuah lingkungan Pura tempat Umat Hindu beribadah. Setiap hari menjelang matahari terbenam, ketika langit berwarna lembayung dimulalah  pertunjukkan Tari Kecak. Tarian sakral yang dipercaya sebagai pengantar untuk berkomunikasi dengan para dewa atau leluhu dan setiap pengunjung dikenakan biaya lagi Rp 100.000.



Jam 8 malam peserta kembali ke hotel untuk beristirahat. Bertempat di Green Villas Hotel di daerah Tuban - Kuta dekat dengan Bandara International Ngurah Rai, peserta melepas lelah dan menyimpan tas beserta perbekalannya. Suasana yang sangat nyaman di hotel dimanfaatkan siswa untuk mempersiapkan perjalanan di hari selanjutnya ke BCC dan Desa Penglipuran.


Hari kedua siswa sudah bangun pagi untuk segera makan pagi dan bersiap untuk menuju BCC ( Bali Culutre Center ) tempat ini setiap tahun dikunjungi oleh siswa SMPN 1 Bangil untuk melaksanakan Outdoor Activity. Setiba di BCC siswa langsung disambut oleh tarian penyambutan. Dengan pembawa acara yang cukup Welcome pada pengunjung menjelaskan tentang keberadaan BCC. Di panggung peserta dihibur dengan tarian orang tua, topeng, barong diiringi musik gamelan dan bambu khas Bali. 



Desa Penglipuran menjadi tujuan kedua yang masih berada disekitaran Ubud Bali. Desa ini terlihat asri dengan udara yang sejuk, ketika siswa berkunnjung kesana suasana tampak meriah dengan karena umat Hindu baru masih dalam perayaan Galungan dan Kuningan. Setiap rumah dihiasi janur kuning yang menjulang tinggi menambahkan keindahan desa tradisional ini. Rumah di Desa Penglipuran masih tergolong tradisional karena terbuat dari bambu. Seorang nenek bersuai 70 tahun menuturkan bahwa rumah yang dihuninya saat ini sudah berusia kurang lebih seratus tahun. 



Banyak hal yang bisa diambil pelajaran dalam perjalanan Outdoor Activity ini. Bagi siswa tentu saja menambah wawasan dengan pengetahuna. Bali tidak saja menawarkan keindahan alamanya. Perlu diingat juga mereka menjadi seperti ini karena kesetiaan mereka pada leluhur dan bakti mereka kepada orang tua. Apapun kebaikan yang mereka rasakan saat ini tidak lepas dari peran serta leluhur yang sudah berjuang sebelumnya. Maka tidak heran jika di Bali banyak ritual untuk memuliakan arwah para pendahulunya yaitu leluhur mereka.



Tanggal 30 Desember 2014 hari terakhir di Bali diisi dengan kunjungan ke Joger, Bedugul dan Tanah Lot. Joger yang mencitrkan dirinya sebagai pabrik kata - kata perlu mendapat tempat tersendiri dalam dunia pemasaran. Seaakan menjadi kunjungan wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk membeli kata - kata mereka yang tertempel di kaos yang mereka produksi. Hari terakhir ditutup dengan sangat indah dengan menikmati senja Tanah Lot, seaakan Lembayung Bali menutup kisah Outdoor Activity di akhir tahun ini. 


kirim ke teman | versi cetak




Share |

 Berita "Berita Terbaru" Lainnya

Logo